Selamat Datang di Website Resmi STPP Malang

Join Us Join Us Join Us Join Us Join Us Join Us Join Us
Join Us Join Us
Join Us Join Us
Waktu Saat Ini
Terjemahan
FWT Homepage Translator
Agenda
22 October 2017
M
S
S
R
K
J
S
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Link Terkait
Facebook Fans

Monitoring dan Evaluasi Pelaksana GPPT se-Jawa Timur di STPP Malang

Tanggal : 11/11/2016, 14:24:43, dibaca 441 kali.

Rabu (9/11/2016) Pertemuan koordinasi dan sinkronisasi Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) se-Jawa Timur, yang berlangsung di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP), Malang, Jawa Timur, menjadi wahana evaluasi dalam rangka peningkatan kinerja penyuluh dalam program yang dicanangkan Kementerian Pertanian.

"Pertemuan ini menyangkut evaluasi kinerja para penyuluh pertanian se-Jawa Timur," jelas Dr Ir Siti Munifah MSi, Ketua STTP Malang, di sela-sela pertemuan.

Munifah menjabarkan bahwa penyuluh merupakan petugas fungsional, bukan pejabat struktural. Artinya, penyuluh serupa dengan guru, pengamat hama, pengawas bibit dan sebagainya serta masuk dalam jabatan rumpun ilmu hayati (RIHP).

"Karena dia (penyuluh pertanian) harus mengedepankan fungsi. Maka tugasnya fokus pada operasional yang berhubungan langsung dengan pendampingan, memotivasi, memfasilitasi petani dan kelompok tani, dalam hal budidaya, akses ke pemasaran dan permodalan serta menjembatani terbentuknya jejaring dengan stakeholder yang berhubungan pada kegiatan on farm maupun off farm," paparnya.

Lebih lanjut Munifah menjelaskan, kegiatan pertemuan itu menjadi evaluasi penyuluh melalui ajang berbagi kendala di lapangan, serta memberikan saran dan masukan dalam rangka pembenahan kinerja penyuluh pertanian sesuai dengan amanat Permenpan Nomor 2 Tahun 2008 dan Permentan Nomor 91 Tahun 2013.

Munifah juga mengungkapkan, bahwa sempat muncul kekhawatiran mengenai status mereka sebagai tenaga penyuluh yang kelembagaannya sedang mengalami penataan sebagai dampak diberlakukannya Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

Namun, Munifah menandaskan bahwa kekhawatiran tersebut tidak terbukti ketika berlangsung pertemuan koordinasi dan sinkronisasi ini. 

"Para penyuluh tetap semangat dalam pertemuan ini. Mereka banyak memberikan masukan dan saran untuk pembenahan kinerja penyuluh pertanian," tandasnya.

Pertemuan yang berlangsung di Sasana Giri Sabha Ir H Syamsuddin Abbas STPP Malang itu, bermaksud membangun komunikasi dan sinergi antar penyuluh pertanian dan tim monitoring evaluasi (monev) selaku pelaksana GPPT.

Khususnya kata dia, dengan keterlibatan mahasiswa pendamping kegiatan di lapangan sebagai wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, serta kehadiran Babinsa sebagai mitra kerja di lapangan.

Untuk itu, dalam sesi pertemuan diadakan diskusi panel  pelaksanaan program GPPT. Tiga panelis dihadirkan untuk memberikan pemahaman dan motivasi bagi para penyuluh.

Panelis tersebut yaitu Dr Ir Ranny Mutiara (Pusat Penyuluhan Pertanian), Dr Ir Siti Munifah (STPP Malang), dan Ir Sri Widarti (Badan Koordinasi Penyuluhan Jatim) serta Bidang Evaluasi dan Pelaporan BPPSDMP yang diwakili oleh Rizal Fahrizal SE MM.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :

Pengirim : Mardi Toto Basuki -  [bpppaiton@yahoo.co.id]  Tanggal : 14/11/2016
Materi yang disampaikan oleh para Panelis pada Pertemuan koordinasi dan sinkronisasi Gerakan Pemberdayaan Petani Terpadu (GPPT) se-Jawa Timur, yang berlangsung di Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP)kapan bisa kita download?


   Kembali ke Atas