Selamat Datang di Website Resmi STPP Malang

Join Us Join Us Join Us Join Us Join Us Join Us Join Us
Join Us Join Us
Join Us Join Us
Waktu Saat Ini
Terjemahan
FWT Homepage Translator
Agenda
14 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
Link Terkait
Facebook Fans
Tanya Jawab

Ketua STPP Malang: Para Penyuluh Harus Menguasai IT

Tanggal : 10/31/2016, 10:45:16, dibaca 674 kali.

Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang, Jawa Timur menggelar upacara Hari Sumpah Pemuda yang dipimpin langsung oleh Ketua STPP Malang, di lapangan kampus setempat.

Dalam sambutannya, Ketua STPP Malang, Dr Siti Munifah, M.Si menyampaikan bawah walau apel Sumpah Pemuda tidak bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda, yakni 28 Oktober lalu, tetap memiliki inti sari kebersamaan bagi kita semua.

Sumpah Pemuda katanya, mengingatkan kepada kita soal transformasi bagi kehidupan rakyat Indonesia dan khususnya anak muda. "Yang paling penting, terutama bagi yang menjadi pengawai adalah memberikan contoh yang terbaik. Para penyuluh harusbmenguasai IT," kata Munifah.

Dia juga menynggung soal UU Nomor 23 tahun 2014, yang dinilai banyak pihak seolah mencederai penyuluh. "Tapi kalau dibaca secara utuh, makan sebenarnya, bahwa penyuluh adalah untuk bertugas sebagaimana fungsinya. Oleh karena itu, harus melihat peran dan lainnya. Kita ikuti UU yang telah ditetapkan," jelasnya.

Penyuluh jelasnya, dituntut untuk memiliki kompetensi diluar penyuluh. Misalnya, harus lihai menggunakaan Ilmu Teknologi (IT) dan sosial media (Medsos).

"Hal itu harus dikuasi. Selain itu, aspek kolaborasi. Membangun jejaring dengan lainnya. Karena tuntutan zaman sudah demikian," katanya.

Seorang penyuluh jelas Munifah, harus utuh menyampaikan dan harus berkompetensi dalam segala aspek yang berhubungan dengan pertanian. Koordinasi harus secara utuh dan baik.

"Kompetensi yang lain, yakni akses pasar dan permodalan. Kompetensi itu, saat ini sudah banyak diambil oleh IT. Misalnya seperti peramalan cuaca dan lainnya. Saat ini sudah tidak harus dia urus kita," akunya.

Selain itu, ada beberapa tugas dosen yang diambil alih oleh Google. Karena itu katanya, teori saja tidak cukup. "Harus dibarengi dengan aplikasi di dunia realitas," harapnya.

Saat ini, mahasiswa tak hanya aktif dikelas. Tapi harus akrif di dunia nyata. "Link dengan pihak luar harus terus dilakukan. kita harus link dengan pusat data perguruan tinggi," harapnya lagi.

Mahasiswa harus akif mnginput data. Karena proses pembelajaran adalah sharing ilmu pengetahuan. Belajar tidak hanya di dalam kelas dan lainnya. Dimana tempat bisa belajar.

Oleh karena itu, melalui semangat sumpah pemuda kata Munifah, harus ingat program pemerintah yakni Nawacita. Program tersebut sesuai dengan masanya. Seluruh program pemerintah itu bagus dan baik dan harus dilaksanakan.

"Supaya mengisi catatan sejarah yang baik, hal yang tidak baik harus diisi dengan hal yang baik. Tidak harus disalahkan. Karena kita tak akan mengulang sejarah yang lalu," katanya.

"Ayo setiap hari kita selalu mengubah agar menjadi yang terbaik. Negara saat ini butuh orang yang punya disiplin tinggi. Ini sebuah tantangan bagi kita," katanya.

 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas