Selamat Datang di Website Resmi STPP Malang

Join Us Join Us Join Us Join Us Join Us Join Us Join Us
Join Us Join Us
Join Us Join Us
Waktu Saat Ini
Terjemahan
FWT Homepage Translator
Agenda
14 December 2017
M
S
S
R
K
J
S
26
27
28
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
Link Terkait
Facebook Fans
Tanya Jawab

In House Training Kesehatan Ternak dan Reproduksi Ruminansia

Tanggal : 11/24/2017, 17:56:52, dibaca 52 kali.

In House training Kesehatan Ternak dan Pengenalan Reproduksi Ternak Ruminansia adalah kegiatan pembekalan ketrampilan bagi mahasiswa STPP Malang semester VII Program studi Penyuluhan Peternakan, di buka hari ini Jumat 24/11/2017. Syaratnya, peserta harus menempuh mata kuliah kesehatan hewan dan Teknik Reproduksi Ternak dan lulus diklat Paramedik Veteriner kluster pengendalian penyakit. In House Training ini bertujuan untuk meningkatkan dan menambah kompetensi teknis mahasiswa terutama bidang reproduksi dan kesehatan ternak, yang dapat mendukung  profil lulusan STPP Malang sebagai penyuluh pertanian.

Pelaksanaan in house Training melibatkan peran aktif peserta (mahasiswa) sejumlah 50 orang, diharapkan mampu berkiprah dalam mengidentifikasi permasalahan yang terjadi di lapangan dan mampu melakukan pendampingan kepada petani menghadapi permasalahan peternakan terutama reproduksi dan kesehatan ternak.

“Lulusan STPP Malang harus memiliki kompetensi saat terjun di masyarakat, mambu bersaing, menjadi entrepreneur muda dan bisa jadi penyuluh, maka perlu dibekali pengetahuan dan ketrampilan melalui in house traning ini,” ujar ketua pelaksana kegiatan Wahyu Windari.

In House Training melibatkan fasilitator yang memiliki kompetensi terkait Kesehatan Hewan dan reproduksi berasal dari STPP Malang dan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, sehingga para peserta mendapatkan pembekalan ketrampilan yang sesuai dengan standar yang diharapkan.

Untuk menunjang keberhasilan pembekalan dan penguatan ketrampilan mahasiswa, acuan pelatihan in house trianing disusun berdasarkan kebutuhan riil agar dapat bermanfaat  dalam melayani pelaku utama peternakan di lapangan.



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas